PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

4 03 2011

Dalam pengembangan karakter,  guru harus bekerjasama dengan keluarga atau orangtua peserta didik. Posisi dan peran keluarga tidak sekedar tercatat atau formalitas, tetapi harus lebih efektif dalam bentuk kontrol terhadap pembinaan kepada peserta didik. Orang tua dan guru perlu membuat kesepakatan nilai-nilai utama apa yg perlu dibelajarkan, nilai-nilai kebaikan yang perlu dihayati dan dibiasakan dalam kehidupan peserta didik agar tercipta kehidupan yang harmonis, di sekolah, keluarga dan masyarakat. Mengutip Thomas Lickona nilai-nilai tersebut antara lain  kejujuran, kasih sayang, pengendalian diri, saling menghargai/menghormati, kerjasama, tanggunggjawab, dan ketekunan.
Pendidikan karakter  di lembaga pendidikan tidak dapat ditawar lagi. Perilaku sebagian remaja dan peserta didik yang cenderung semau gue, tidak tegur sapa, kurang hormat dan menghargai guru ataupun orang tua tidak dapat dibiarkan.Munculnya berbagai masalah ditengah kehidupan masyarakat seperti kenakalan remaja, narkoba, pelecehan seksual, indisiplin, hedonis kerusakan lingkungan, kurang menghargai karya-karya budaya bangsa, rendahnya komitmen dan jati diri bangsa, sudah  tidak dapat ditolerir lagi.

Mandegnya pendidikan budi pekerti di sekolah tidak terlepas dari paradigma dan kebijakan serta arah pembangunan nasional di masa Orde Baru yang menitikberatkan pembangunan di bidang fisik dan ekonomi.Pertumbuhan ekonomi terjadi tetapi juga membawa perubahan pandangan dan perilaku masyarakat menjadi pragmatis dan mengorbankan idealisme sebagai warga bangsa. Bidang pendidikan yang merupakan lahan kegiatan investasi masa depan yang merupakan aspek fundamental dalam kegiatan pembangunan kurang mendapat perhatian. Pembelajaran di sekolah lebih menitikberatkan pada kegiatan penguasaan materi, lebih banyak melatih otak kiri sehingga cenderung intelektualistik. Pendidikan kita lebih  berorientasi pada inovasi dan eksperimentasi yang bersifat teknologis, tetapi kurang membangun perspektif tujuan dan kebutuhan asasi.Lebih didominasi pencarian pengetahuan teknologis daripada pencarian tujuan filosofis yang lebih arif dan mendasar.

 

Agar pendidikan karakter dapat terus dikembangkan maka perlu langkah-langkah sebagai berikut: perlu adanya keteladanan, proses pembelajaran dikembalikan kepada khitahnya sebagai proses pendidikan yang sesungguhnya (hakikat pendidikan). Perlu juga  penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif-edukatif, misalnya dipajang berbagai ketentuan, prosedur, slogan-slogan yang mampu memberikan motivasi dan semangat dalam hidup dan kehidupan yang lebih berkarakter, perlu penataan berita dan penyiaran di berbagai media massa, baik di media cetak maupun elektronik, perlu dilakukan kerjasama orangtua/wali dan masyarakat sekitar dan adanya political will dari pemerintah.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: